Demi Ucok
Jenis Film: Drama/Comedy, Indonesia
Produser: Sammaria Simanjuntak
Produksi: PT KEPOMPONG GENDUT & ROYAL CINEMA MULTIMEDIA
Sutradara: Sammaria Simanjuntak
Pemeran: Geraldine Sianturi, Mak Gondut, Saira Jihan, Sunny Soon
Durasi: 79 menit
Sinopsis: Mak Gondut yang diperankan oleh Lina Marpaung , seorang janda berusia 55 tahun memiliki seorang anak perempuan bernama Gloria Sinaga (diperankan oleh Geraldine Sianturi ) atau dalam filmnya kerap disapa Glo . Usia Glo sudah matang, namun dia belum juga mau menikah, bahkan pacar pun tidak dimilikinya. Dia juga selalu menolak untuk di jodohkan. Melihat kenyataan itu, Mak Gondot pun resah. Mak Gondut yang divonis hidupnya tinggal setahun lagi terus bertekad mencari Ucok agar Glo bisa kawin dan hidup bahagia selamanya. Ambisi seorang Mak Gondot sangat berlawanan dengan idealismi Glo yang memiliki tekad kuat untuk mengejar cita-citanya menjadi sutradara film. Glo juga tidak ingin bernasib seperti ibunya yang dalam pandangan dia: kawin, lupa mimpi dan hidup membosankan selamanya. Mencapai mimpi memang tidak semudah membalikan telapak tangan, baik itu mimpi Mak Ucok agar anaknya bisa kawin maupun mimpi yang sangat didambakan seorang Glo sebagai sutradara film. Masalah yang diahapi Glo adalah dia tidak memiliki dana segar untuk membuat film. Di saat Glo pusing mencari dana untuk filmnya, Mak Gondut datang dengan sebuah penawaran. Uang asuransinya senilai satu milyar pun siap digelontorkan Mak Gondut, dengan satu syarat, Glo harus mau menikah dengan laki-laki Batak pilihannya.Pilihan pun kini ada di tangan Glo, apakah ia memili penawaran dari ibunya atau tetap berangan-angan meraih cita-citanya membuat film dengan biaya sendiri. Humor yang ditampilkan film Demi Ucok terasa segar dan tidak ketinggalan kata-kata tegas yang tetap menohok jiwa khas Batak .Dibalik humor dan canda Mak Gondut, tersimpan pula sebuah pesan penting di film ini:
"Jika Anda ingin sukses, bersikap baiklah terhadap orang tua Anda"
Habibie & Ainun
| Sutradara | Faozan Rizal |
|---|---|
| Produser | Dhamoo Punjabi Manoj Punjabi |
| Penulis | Ginatri S. Noer Ifan Adriansyah Ismail |
| Pemeran | Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari, Tio Pakusadewo Ratna Riantiarno,Mike Lucock Vita Mariana |
| Musik | Andi Rianto |
| Studio | MD Pictures |
| Distribusi | MD Pictures |
| Tanggal rilis | 20 Desember 2012 |
| Lokasi | Jakarta |
| Durasi | 118 menit |
Sinopsis: Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun.
Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.
Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.
Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?
5 CM
| Jenis Film Sutradara | Drama Rizal Mantovani |
|---|---|
| Produser | Sunil Soraya |
| Penulis | Donny Dhirgantoro |
| Pemeran | Herjunot Ali Fedi Nuril Pevita Pearce Saykoji Denny Sumargo Raline Shah |
| Tanggal rilis | 12 Desember 2012 |
Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini.
Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar